Minggu, 04 Februari 2018

Rajah

0 komentar
Kemarin ibuku bilang, ada yang aneh di toko. Hari itu hingga siang hanya ada satu orang yang beli barang. Lainnya cuma berkunjung dan tidak beli. Lalu ibuku bersih-bersih di sekitar toko.  Ketika Ibu membersihkan pot bunga pucuk merah, Ibu menemukan sebuah kertas bertuliskan rajah, semacam tulisan arab, dan di sekitarnya ada sebotol kecil minyak, lalu bunga-bunga yang ditebar.
Ibu mengabari kami.
Reaksiku dan suami?
tertawa..
Lucu sekali bukan?
Ada hal seperti itu. Kami alami sendiri. Selama ini hal-hal seperti itu hanya kami dengar lewat cerita.
Apakah itu gaib atau ada yang iri atau semacam itu kami tidak khawatir.
Kami hanya merasa lucu
Coba kamu bayangkan ada orang datang ke (katakanlah) dukun. Terbayang tidak dialognya?
Apakah seperti ini?
"mbah ada orang yang saya tidak suka, gimana kalo dagangannya kita bikin tidak laris?"
atau
"mbah tolong bantu saya, saya ingin supaya toko itu tidak laris"
lalu mbah dukunnya "tenang akan kubantu, ini rajah, bunga dan minyak untukmu, taroh di tokonya nanti tokonya tidak laku"
"ok baik mbah, ini ongkosnya"
hahhaa...
Membayangkan dialognya saja sudah bikin kami ketawa
Bagaimana cara orang itu meletakkan benda-benda gaib yang dia bawa
apakah malam-malam dia datang ke toko, mengendap-endap.. merokok dulu di depan toko supaya terlihat natural seperti orang nongkrong kebanyakan, lalu dia korek-korek tanah di pot dan meletakkan benda-benda itu sambil berharap benda-benda itu bekerja sesuai rencana.
hahahha..
Longgar sekali waktu orang itu.
Trimakasih atas perhatiannya.
Trimakasih atas kelucuannya :)

Sebelum lupa

0 komentar
Dalam perjalanan ke kantor tiba-tiba aku terpikir
Aku ingin menulis bebas. Apa saja. Tak perlu dibagus bagusin.
Aku ingin memberitahu suatu hal yang enak enak. Enak sekali hidup kalau tidak perlu memikirkan pendapat orang lain.
Enak sekali bukan, bila hidup tidak memikirkan komentar orang lain. Tidak perlu peduli orang lain suka atau tidak, tidak perlu memikirkan tanggapan orang, tak perlu khawatir reaksi orang atas apa yang kita lakukan. asal itu tidak mengganggu mereka.
begitu juga dengan menulis. Aku hanya ingin menulis sekarang sebelum lupa.

Senin, 21 Maret 2016

SENSI

2 komentar

Kayaknya orang paling sensitif yg pernah Saya temui di dunia adalah.. Aksara!!
gampang banget trenyuh, sedih, dan kebawa ati..

Aksara sudah sering Saya ajak nonton di bioskop. Tentu saja Saya memilih film untuk anak-anak. Hal yang paling Saya takutkan dari membawa Aksara ke bioskop adalah, takut dia sedih dengan filmnya! ini adalah pengalaman kami berkali-kali.
Saat nonton film Doraemon, kirain dia nggak ngerti ceritanya, ternyata dia nangis tersedu-sedu hampir setengah jam, bahkan sampai filmnya habis.. Nangis bukan nangis rewel tapi nangis sedih melihat adegan di dalam film. Tangisnya tidak berhenti sampai saat itu. Besokanya kok ya papanya kebetulan mbeliin dia VCD film Doraemon, daaaan setiap ditonton selalu nangis. Tapi anaknya mau nonton lagi mau nonton lagi. Nangis lagi-nangis lagi.
Hal ini tidak terjadi hanya untuk film itu. Berbagai macam film. Inside out, Good Dinosaur, dan banyak film lainnya.

Rupanya hal ini tidak terjadi hanya karena film. Tapi juga  saat dibacakan buku cerita. Saya tahu Aksara sangat suka dongeng tentang keluarga. Dongeng dengan tokoh ayah, ibu, dan anak. Tapi saya tidak mengira bahwa kesukaanya seekstrim "Semua anak-anak dalam dongeng harus punya Ibu dan Ayah!"

Kejadiannya tadi malam.
Saya menemukan buku cerita "Very hungry catterpillar" 
Buku yang sangat bagus, menceritakan tentang metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu dengan sederhana.
Saya menceritakannya dengan alat bantu berupa gambar dari buku itu yang saya saya print, lalu Saya bentuk menjadi semacam wayang.
Aksara senang sekali dengan ceritanya, mulai dari telur yang menetas menjadi ulat, ulat makan banyak, jadi ulat yang gendut, lalu membuat kepompong dan jadilah kupu-kupu yang cantik. Sudah dua kali saya menceritakan cerita ini dan respon dari Aksara adalah tertawa gembira.
Tibalah di kali ke tiga saya ceritakan cerita ini menjelang tidur.
Aksara baru menyadari bahwa di cerita ini hanya ada satu tokoh ulat yang sendirian. Mulai dari menetas hingga menjadi kupu-kupu dia sendirian.
"Mamahnya ulat kecil mana?"
(saya asal saja menjawab) "kan mamahnya ulat itu kupu-kupu, jadi nanti kalo si ulat udah jadi kupu-kupu mamahnya baru njemput"
di sinilah drama terjadi.. jeng jeeeeeng.... Aksara menangis sesenggukan!!
"Ulat nggak ada mamahnya....huaaaaaaaa"
"ada dek.. tapi terbang, kan kupu-kupu"
"Ulat nggak ada mamahnya... huaaaa"
"Ada dek, besok mamah print in gambar mamahnya ulat"
"Nggak, ada.. ulatnya nggak ada mamahnya.."
nangislah dia, sedih, meringkuk di kasur, sesenggukan dari jam 10 malam sampai ketiduran sendiri jam 11 malam.

Senin, 07 Maret 2016

cita-cita

0 komentar
Inget nggak waktu kecil kita punya banyak banget cita-cita?
Kalau saya sih pernah punya cita-cita jadi astronaut (ini waktu SD), jadi Wartawan (dari akhir SD sampe SMA), jadi dokter (ini cita-cita nggak serius), jadi guru, jadi penulis buku anak-anak, dan satu lagi jadi psikolog. Ada yang tercapai? gada! hahaha..
Gampang banget berubah yah? dari SD aja udah galau.. cita-citanya gonta ganti.
Ternyata Aksara juga.
Padahal baru PAUD loh..
nih Emak tulisin biar kamu inget nak, kamu pengen jadi apa dulu waktu kecil.
Setelah kemarin ingin jadi burung hantu rupanya Aksara berubah pikiran.
Kejadiannya beberapa minggu yang lalu, waktu kami sekeluarga pergi ke rumah sakit. Sulluh batuk flu yang lumayan lama, sudah satu minggu lebih. Jadi kami putuskan untuk ke dokter saja. Karena usianya baru 4 bulan jadi dokter menyarankan untuk  diterapi uap supaya dahak dan lendir bisa keluar dari tubuhnya dengan mudah.
Sulluh dibawa ke ruang UGD untuk diterapi uap. Beberapa perawat menyiapkan berbagai peralatan untuk terapi, memasangkan alat-alatnya, juga mengajak si bayi bercanda supaya tidak stress saat diterapi.
Rupanya Aksara memperhatikan.

"Mah, nanti kalau udah besar aku mau jadi perawat aja.. biar kalau adek sakit batuk lagi aku yang ngrawat, nanti kalau adek diuap aku yang nyiapin.."

ah.. sweet..
boleh nak boleh.. InsyaAlloh, kalau niatmu baik jadi perawat bisa membuatmu jadi manusia kesayangan Alloh..

Senin, 22 Februari 2016

Burung Hantu

2 komentar


Suatu hari Ibu Guru di Sekolah Aksara membahas tentang cita-cita. Satu per satu anak maju ke depan dan menceritakan cita-citanya. Ada yang ingin jadi dokter, jadi guru, jadi polisi (waarr biasa yahh anak PAUD usia 3 tahun udah punya keinginan KERJA hehhee..).
Tibalah saat si Aksara maju dan menceritakan cita-citanya. Saat ditanya ingin jadi apa nanti? dengan lantang dijawabnya pengen jadi Burung Hantu! Si Ibu Guru buru-buru "membetulkan" cita-cita si Aksara.
"nggak gitu dek, cita-cita itu ya guru atau tentara atau dokter gitu, Aksara mau jadi apa nanti?"
Aksara langsung diem, nggak mau crita apa-apa lagi.
ah.. yang kutakutkan terjadi juga.
Awalnya aku nggak mau itu masukin anak ke sekolah, takut imajinasinya dipotong dan dikotak-kotakkan. Takut kepolosan anak-anak terenggut dan anak jadi takut berimajinasi. Takut disalahkan.
Rupanya, setelah ditanyakan ke si anak, kenapa ingin jadi burung hantu? dia jawab katanya biar bisa bobok di luar, trus biar liatin papa dari atas pohon kalau papa pergi ke mesjid solat magrib..
sesederhana itu..

Minggu, 23 Agustus 2015

Pilihan

0 komentar
Semakin bertambahnya umur, semakin banyak kita dihadapkan pada sebuah pilihan. Bukan sekedar omongan lalu bahwa "hidup adalah pilihan", bukan, bukan seperti itu, tapi benar benar memilih diantara dua atau bahkan banyak pilihan. Mau ke sana atau ke sini. Mau ambil yang ini atau yang itu. Benar-benar harus memilih dan tidak bisa mengambil semuanya
Pada awalnya sangat sulit untuk membuat pilihan. Seringkali malah menyesal akan pilihan yang diambil. Ah coba dulu aku ke situ, mungkin tidak seperti ini jadinya.
Tapi semakin lama keahlian dalam memilih akan semakin terasah, dan bila disadari ternyata tidak ada pilihan yang salah. Toh kita tidak pernah tahu tentang masa depan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi bila kita ambil pilihan yang ini atau yang itu.
Inget nggak buku Ghost Bump yang sangat ngehitz di era 90an? buku misteri yang kadang menerbitkan seri petualangan, di mana kita kan memilih petualangan kita sendiri. Kita diharuskan memutuskan tindakan yang akan diambil dan itu menentukan halaman mana yang akan kita buka selanjutnya? Nah ketika baca buku itu tentu saja kubaca semua! hehe.. pilihan a, b, c semua kucoba, ternyata sama saja.. ujung-ujungnya pembaca akan celaka dan bertemu hal-hal mengerikan. Yah, namanya juga buku horor. Menurutku hidup ya mirip-mirip seperti itu. Ujung-ujungnya akan sama (tapi bukan horornya loh yaa). Selama kita berpegang teguh dengan tujuan utama hidup kita apapun pilihan yang diambil akan sama saja.
Kita akan sama-sama belajar dengan perjalanan yang kita lewati, baik melewati jalan A atau jalan B.
Karena itulah, elastisitas hati dan pikiran sangat diperlukan. Berkeras hati terhadap kehidupan akan membuat jiwa lelah dan terus merasa sulit. Hati, jiwa, dan pikiran harus segera berubah menyesuaikan keadaan. Harus siap akan apa yang akan dihadapi baik atau buruk, InsyaAlloh segalanya akan membangun diri dan mendorong ke arah tujuan sejati dari hidup.

Minggu, 24 Mei 2015

Wes ora gumun

5 komentar
Aku kan asalnya dari kampung yak, yang namanya piknik ke Jakarta itu wuiih sueneeeng banget ky  plesir ke negeri antah berantah. Liat gedung-gedung besar, liat Mall, liat keramaian.
pernah ditraktir sama sodara makan pizza, ampun daaah senengnya. Keinget bertaun taun kalo aku pernah makan pizzaaaa.. yang mana itu ga ada donks di kampungku.
Sekarang malah jadi perantauan di Jakarta.
Awal-awal merantau ya masih gumunan. Segala makanan yang aneh-aneh dicobain. Makan makanan luar negeri, nonton bioskop yang paling yahud, nonton pertunjukan mahal-mahal, ke Mall mana-mana, main di taman-taman kota yang keren, sampe akhirnya kesampean kerja di gedung bertingkat. Pokoknya yang dulu takgumunke kucobain lah. Sampe pada titik, semua terasa biasa.
Lalu aku kangen being gumunan.
ko aku wes ora gumunan yak.
asik loh padahal.. hhhehehe..
liat foto temen-temen yang di daerah maen sepeda di taman kota, foto-foto di air mancur, lesehan di alun-alun, makan makanan yang kalo aku liat "ih gitu doank difoto-foto, noh foto-fotonya food blogger donk makanannya sippp"
tapi kalo dipikir-pikir kangen deh dengan yang kaya gitu
kangen dengan hal biasa yang terasa istimewa.
jadi gitu yah, kalo segala yang kita inginkan sudah tersedia ngga ada lagi yang istimewa.
eh kaya jadi terasa nggak bersyukur yah?
hehee..
tapi kembali menjadi biasa aja itu asik loh.
masak-masak di rumah, nonton di rumah (guys, kubilangin yah, beli proyektor adalah investasi paling berharga yang pernah kulakukan! hhahaha.. , gelapin kamar, tariks slimut, nonton film apapun yang kita mau bareng keluarga.. sangat istimewa!) ke pasar bareng keluarga, ngracik kopi sendiri,  tutup mata dengan kehidupan para food blogger, travel blogger, dan segala blogger-blogger yang kehidupanya terasa bak mimpi, menenangkan banget ternyata.
biar muncul lagi rasa nggumun yang menyenangkan.


 

my little history Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template