Minggu, 08 Juli 2012

Memilih Buku

2 komentar


Sebagai pembaca, saya adalah pembaca buku yang memilih buku dari siapa pengarangnya. Karena menurut saya latar belakang seseorang akan mempengaruhi sudut pandang dan cara menulis seseorang mengenai sesuatu. Setiap unsur yang ada pada sebuah tulisan pasti kepingan-kepingan pengalaman dan pikiran dari sang penulis.

Kampus saya pernah mengadakan acara bedah buku, saya adalah salah satu panitianya, dalam acara tersebut diundang seorang pengarang buku, seorang wanita, dia memakai baju yang sangat minim, bertato, merokok, gayanya ibukota sekali, dia membawa beberapa teman yang merupakan timnya, sama saja penampilanya. Timnya sempat kaget melihat orang-orang yang datang dalam acara tersebut, para mahasiswa yang mereka pikir akan lebih bebas dan nonformil, ternyata malah menggunakan kemeja tertutup lengkap dengan sepatu, yah memang begitulah penampilan mahasiswa kampusku sehari-hari. Salah seorang dari tim pengarang buku tersebut sampai meminta panitia untuk mencarikan peniti untuk menjadikan selendang yang ia bawa sebagai penutup badanya yang ia rasa terlalu terbuka dan kurang pas dengan suasana di ruangan tersebut. Dari penilaian saya secara subyektif, saya kurang suka dengan orang-orang tersebut, penulis dan orang-orang dari timnya.

Suatu hari di sebuah toko buku suami saya menemukan sebuah buku bertemakan “Ibu”. Berhubung kami akan menjadi orang tua tentu buku dengan tema ini sangat menarik perhatian kami, tetapi ketika saya membaca siapa pengarangnya saya langsung melarang suami membeli buku itu. Ya, pengarangnya adalah wanita yang pernah datang ke acara kampusku. Buku itu menceritakan perjuangan seorang ibu, katanya, terinspirasi dari kisah nyata, entah itu ibunya atau ibu orang lain. Seharusnya buku itu menjadi buku yang mengharukan, menyentuh, perjuangan seorang ibu yang berjuang dan akhirnya sukses membesarkan anak-anaknya. Sayangnya buku itu tetap tidak menarik simpati saya, pikiran saya tetap membayang pada wanita itu.

Buku adalah inspirasi, bagaimana bisa saya terinspirasi mengenai kisah seorang Ibu, sementara dalam otak saya terpotret sosok wanita penulis buku itu, seseorang yang kurang berkenan di hati saya.

Mohon maaf sekali, fungsi penilaian manusia ada pada Alloh SWT. Sungguh sebagai manusia saya tidak patut menilai orang baik atau buruk, saya benar-benar 100% menilai wanita tersebut dari luarnya saja. Saya sama sekali tidak punya kompetensi untuk menilai seseorang baik dan buruk, itu adalah hak Alloh, belum tentu wanita yang saya nilai kurang sempurna tersebut lebih buruk dari saya, sungguh belum tentu. Tapi dalam konteks ini, dalam saya membuat pilihan mengeluarkan uang untuk membeli sebuah karya, subyektifitas saya memilih seperti itu, memilih untuk melihat tulisan dari siapa pengarangnya. Apakah saya suka atau tidak suka. Sekali lagi suka dan tidak suka. Hanya pada batas itu kemampuan saya dalam menilai seseorang.

Suami saya mengingatkan untuk jangan seperti itu, lihatlah karyanya kalau memang bagus ya harus dinilai bagus tanpa perlu melihat latar belakang penulisnya. Nasihat itu tetap tidak bisa membohongi hati nurani saya dalam memilih bacaan. Bagi saya tetap saja, attitude penulis sangat mempengaruhi penilaian saya. 

Senin, 18 Juni 2012

Pertanyaan

2 komentar

Siapa bilang masa anak-anak itu masa lalu yang mudah dilupakan? No.. setiap memori masa kecilku aku ingat betul, bahkan aku ingat mainan kesukaanku waktu aku belum bisa jalan, aku sangat suka mobil-mobilan berlampu kelap kelip dengan penumpang berambut awut-awutan warna-warni, yang kalo disetel mobil itu akan jalan nggak karuan arahnya, belok Cuma kalo nabrak hehe.. aku juga ingat salah satu benda kesayanganku adalah tempat minum berbentuk gajah, oiya aku juga suka beli minuman sitrun yang dikemas dalam botol-botol plastik berbentuk orang-orangan warna-warni J

Tapi, lebih dari itu, aku sedang mengingat-ingat pertanyan-pertanyaan polos yang pernah kuajukan pada emakku:

Kekasih gelap
Gara-gara denger lagunya SO7 aku jadi tanya ke Emakku, “mah, kekasih gelap maksudnya gimana?” saat itu mungkin masih SD, aku sudah tahu maksudnya kekasih tapi kalo digabung dengan kata gelap, wes gak mudeng aku.. hehe.. dan aku lupa beliau menjawab apa, mungkin diam saja, buktinya aku lupa.

Jaya!
Banyak orang-orang di desaku yang memberi nama tokonya “TOKO JAYA” dan aku benar-benar tidak tahu arti kata Jaya, akupun menanyakannya pada emakku, kata emakku jaya itu artinya sukses atau menang.. J

Huruf n dan g
Hahaa.. yang ini sampai sekarang pun aku masih memepertanyakan. Saat itu ibuku sedang di kamar mandi (aku bahkan ingat settingnya J) dan aku baru belajar menulis, kutanya gimana cara menulis ‘ENG’ ibuku menjawab dari dalam kamar mandi “ya tinggal dijejerkan huruf en dan ge, kalo bikin ‘eny’ juga gitu huruf en dijejerin sama huruf ye”. Aku pun mengikuti jawaban itu tapi dalam hati kecilku aku protes benar, kenapa bisa huruf en dan ge dijejerkan berubah jadi eng, apa korelasinya.. sampai saat ini pun aku masih protes, kenapa nggak ada huruf eng, malah yang ada huruf eks (x) yang menurutku tidak terlalu penting, kan bisa tuh disandingkan huruf ka dan es, itu jelas akan menjadi eks.

Ah.. emakku, sampai aku dewasa pun kalo ada pertanyaan tentang hidup ini aku selalu menanyakanya pada beliau, walaupun seringkali beliau tidak bisa menjawab tapi beliau selalu berusaha menjawab seperti “nanti yah ditanyakan ke ustadzah dulu” atau beliau diam lalu cari referensi, pokoknya gimana caranya biar aku mendapatkan jawaban.

Tak bisa kubayangkan pertanyaan-pertanyaan apa yang nanti akan muncul dari mulut mungil anakku nanti, aku harus siap dengan jawaban paling imajinatif kalo sampai aku sendiri bingung bagaimana harus menjawabnya.. hehe..

Minggu, 17 Juni 2012

laki-laki vs perempuan I

2 komentar
Waktu-waktu seperti ini, banyak sekali hal yang terjadi
selain perubahan fisik tentunya, seperti yang banyak di jelaskan di jurnal ilmiah atau buku-buku kehamilan.
Kuceritakan, teman, ini hanya pengalamanku yang sangat mungkin berbeda dengan ibu hamil yang lain.
Sejak hamil entah kenapa aku jadi sangat sensitif. Betul, seperti seorang yang sedang kasmaran dengan kekasih nun jauh di sana. Sensi.. salah sedikit omongan orang bisa sangat menyakiti, atau bisa juga hal kecil bisa dengan mudah membuatku bahagia.
Ketika sedang memikirkan suatu hal kecil tiba-tiba pikiranku merajut skenario sendiri, kadang aku jadi peran antagonis, atau menjadi si protagonis yang menderita. Atau kalau sedang senang si otak kan mengaturku muncul dalam akhir yang bahagia, yang semuanya itu sebenarnya tidak ada.
Meski hanya bayangan belaka tapi bisa memutar mood seketika, kadang tiba-tiba mewek, atau tiba-tiba gembira sendiri. Benar kata mba inun, dia pesan, nanti kalau ketika kamu hamil tiba-tiba muncul pikiran yang aneh-aneh bilang ya..
contohnya ketika waktu itu aku bertemu dengan seseorang, masih tergolong saudara, beliau tiba-tiba menanggapi kehamilanku
"emmm dari bentuk perutnya si kayaknya perempuan"
*masih senyum dengan gembira kujawab "hehe.. InsyaAlloh, laki-laki atau perempuan sama saja"
"tapi gak apa-apa yah.. moga-moga si cowo, masi mending lah daripada si mba itu belum bisa punya anak"
*tiba-tiba sesek*
telaah baik-baik jawaban itu,
seperti ada tingkatan bahwa punya anak cowo itu lebih baik daripada punya anak cewe dan punya anak cewe lebih baik daripada tidak punya anak.
entah kenapa dialog bersama bapak itu terasa sangat mengganggu pikiran, jika benar aku mengandung anak perempuan rasanya aku kurang beruntung dibandingkan dengan wanita lain yang mengandung anak laki-laki.
oh sampai saat ini aku belum bertanya pada obginku apakah si dede perempuan atau laki-laki, biar, aku malas menjawab pertanyaan orang tentang itu.

Kamis, 14 Juni 2012

Bahasa

5 komentar


Akan menjadi ibu seperti apa aku ini..

Bahkan belum kutentukan secara pasti sampai saat ini, bagaimana harus kudidik anakku nanti. Terlalu banyak orang-orang yang mengaku ahli mengutarakan hasil penelitiannya tentang kecerdasan seorang anak dan bagaimana menjadikan anak menjadi seperti ini atau seperti itu. Tapi dalam hati kecilku ada perasaan ragu dengan para ahli itu.

Bahasa menjadi salah satu bahan diskusiku dengan beberapa orang.

Benarkah bila kuajarkan anakku bahasa Inggris sejak dini? Akhir-akhir ini sedang menjadi tren terutama di kota-kota besar anak-anak kecil sudah fasih berbahasa Inggris. Namun sebagai Ibu, aku tidak terlalu terobsesi untuk menjadikan anakku seperti itu. Ada banyak alasan.

Bahwa dalam bahasa ada dunia, siapa yang bisa menguasai bahasa akan bisa menguasai segalanya. Betul! Tapi bukan dengan mengajarkanya terlalu dini, itu hanya pendapatku yang sangat pribadi, dan mungkin belum terbukti kebenaranya, tapi kuyakini. Dalam bahasa Inggris tak ada emosi yang tersimpan di dalamnya, tidak ada nilai budaya luhur dalam setiap katanya, akan berbeda dengan bahasa Indonesia atau bahasa jawa. Dalam kata mati, meninggal, wafat, tewas, atau gugur ada nilai emosi berbeda yang terkandung di dalamnya. Tidak demikian dengan bahasa Inggris, hanya memiliki die, atau yang agak halus mungkin pass away, semuanya die, anjing die, korban bencana die, pahlawan die. Jangan dibandingkan dengan bahasa jawa yang mengutamakan kesantunan, mati, mangkat, seda, pejah, sirno margo layu setiap kata memiliki penggunaan yang sangat berbeda berdasarkan penghormatan terhadap subyeknya.

Kucamkan baik-baik kata Noe Letto, “karena semestinya kata-kata cerminkan jiwa..”

Betul sekali! Apalagi untuk seorang anak yang masih sangat bersih jiwanya, seperti kain putih yang akan dicelup dalam warna-warna. Penggalian jiwa adalah sebuah proses dari kecil hingga tua nanti, tapi peletakkan dasar kekuatan jiwa ada pada pendidikan ketika dia masih anak-anak. Jangan heran kalau akhir-akhir ini banyak anak-anak bunuh diri. Sangat miris, sebegitu rapuhkah jiwa mereka hingga muncul ide untuk mengahiri hidup. Entah apa yang ada di benak anak-anak itu.

Beberapa waktu yang lalu aku melintasi sebuah pagar yang disana tergantung sebuah papan bertuliskan “Anjing dan Babi boleh buang sampah di sini”. Kalimat itu memiliki maksud yang sama dengan “Dilarang membuang sampah di sini” tapi coba rasakan emosi yang tersimpan dalam dua kalimat itu. Sungguh sangat berbeda bukan? Tercermin betul bagaimana jiwa si penulis.

Aku tak ingin anakku menjadi robot yang mungkin pintar, tapi tak berhati. Anakku boleh menjadi apa saja, tapi dia harus ingat bahwa Ia manusia yang memiliki ruh. Bahwa ilmu bukan hanya selembar kertas ijasah. Bahwa cerdas bukan berarti ranking satu atau mendapat nilai seratus terus terusan. Salah satunya dia harus mengerti bagaimana menghormati orang lain, bahkan dari tutur katanya.

Iya dia harus belajar bahasa, bukan hanya bahasa Inggris, bahkan Prancis, Belanda, Cina, Arab, Jerman, Jepang, dan negara-negara lain untuk mendapat ilmu sebanyak-banyaknya tapi dia harus memiliki pijakan yang kuat. Bahasanya Sendiri. Jati dirinya yang kemanapun dia melalang buana dia harus tetap menjadi dirinya. Dia harus sadar dari mana dia berasal, dia harus tau kemana dia mengakar.


(pict taken from here )

Senin, 02 April 2012

The only Letter..

1 komentar
kamu..
terbangun dari tidur...yang pertama teringat adalah yosnia qorina zamza...
baca sms mu "ngantuk bgd...tidur y" --aku dah tertidur dan segera membalasnya -- adakah kamu tau? bibit sayang itu dah memiliki akar yang teramat kuat dalam hatiku...
smakin bertambah dan bertambah besar tiap harinya...dan pertambahannya bukan lagi deret hitung,tapi deret ukur yang berkuadrat...
(1 November, 2009)

Thats the only emm what should I call it? poem? or maybe just such a romantic letter ever written by him, my half soul.
the only one! 
since that, he never write any romantic word anymore except I love you..  hehe..
but when I read it again and again I can't stop my tears, since the first time I read it till now..

and you know, how stupid I replied that beautiful words? here..



Mampuuuusss!!

Deret angka kuadrat??? Hm.. Sepertinya saya pernah bermusuhan sama dia! Ha.Ha..


Mz bakti..





Sayang t gampang, Alloh yg akan membolak balikan hati manusia,


yg susah adalah..



Ngitung deret ukur!
Mwahahahahahahaha!!
Puyenk.. Puyenk..

(I November 2009)

See? hahahaa.. how stupid I am..
but, thats just an expression of my salah tingkah *keliatan bgt yee*

huaaah.. sometimes I really miss that time, but now I get more than just words, I get the whole love from him that grow bigger and bigger every single second.. :) 

Rabu, 29 Februari 2012

Surprising February

4 komentar
This is my month! I said that because yess there are much sureprise in this month but, I will tell u the most surprising moment in my life. In my life. My entire life.
I've been married for about 3 mounth, I never thought about having a baby, I just let it flow. Different with my husband, he is very very concerned about pregnancy, he wish for a baby very much. I never takes KB or any way to postponed my pregnancy. But, for my 3 months marriage there is no sign thats shows my pregnancy. I took a pregnancy test almost every month and I always found one strip.
Until this february, I was late for one week late so I decided to use my test pack stock from my cupboard (hehhee.. yess I have some test pack stock on my cupboard) and taraaaaaa... I see two strips!

(picture taken from here)

I don't know how to express what I feel that day. lil bit shock. for a second I think Im too young to have a baby.. but for the next second I think this is miracle. this is the gift from Alloh. MasyaAlloh.. Subhanalloh.. there is a lil cute baby growing in my stomach.. :')
I told that two strips to my husband and see how happy he is, and I send the two strips picture to my mother and he very thankful to Alloh for her first grandchild.
thats an awesome day. 
Sometimes I feel shame to tell my friend about my pregnancy, I dont have any friend that have same experience life as me. I feel different. I feel they won't understand what I need, what I feel, and how my life goes on. This isn't bad being different like this. I feel all this happines earlier than most of my friend. When they still studying, still seeking for a job, still galau with their love, I've passed all of that moment, and being very fast to run my life. Sometimes they make a joke about my life that I think its not funny anymore. Sometimes they being lebayy, and the other that dont know me much show amazed face when they heard what happend in my life. Like I growing old too fast, I dont really like it. 
The other surprise is my job. Now, I start working in Ditjen Bea Cukai, for the first time I was very happy being an employee in Ditjen Bea Cukai, when I visited the central office I was shock watching the BC's people doing military exercise, not only for a man but also woman! the first thing flew in my head is my lovely baby.. How can I do that with my pregnancy. May the management have any wisdom to me not to do that. :)

oiya once more, for my English, CMIIW yaaaa...

Rabu, 01 Februari 2012

why?

1 komentar


when somebody asked me
"what the thing that make you finally believe and make a decision to choose him?"
I thaught a second
but couldnt found the answer at that time..
I don't wanna make a cliche answer like yeaah because I want to or yeaaah because its destiny
I know, Alloh is the one who can turn our heart
but now I know why Alloh give him to me
he teach me alot, about giving, about being grateful, about happiness, about how I can feel Alloh near me, about respecting each other, about everything I dunno before..
yeah, finally I find one reason :)
and I keep seeking the other

*forgive my bad grammar.. I really bad in english, but I learn and I try.. :)
 

my little history Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template