Senin, 16 Juli 2012

Dari Ibu Ainun untuk Ibu Oyi


Begini tulisan Ibu Ainun Habibi pada buku A. Makmur Makka (,,SABJH’’) hal. 386 ;

“mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir: buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya ketambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk sendiri pribadinya? Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan kerena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu”

Tulisan yang membuatku harus berpikir ulang. Berulang-ulang.

2 komentar:

  1. apa yang kau tulis sudah aku tulis sebelumnya pada februari tahun lalu http://meinafebri.blogspot.com/2011/02/ainun-seorang-perempuan-yang-diimpikan.html

    ini juga cukup buatku galau

    BalasHapus
  2. Surga ada di telapak kaki Ibu, semua Ibu, bukan cuma ibu rumah tangga, ibu bekerja, atau ibu berbisnis.
    untuk sementara masih buntu ini, tapi nanti pasti ada jalan, InsyaAlloh.
    Siap2 ya kaliaaan :)

    BalasHapus

 

my little history Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template