Jumat, 07 September 2012

TEMAN

Ada beberapa tipe orang yang memiliki perilaku berbeda dalam berteman. Ada yang mudah sekali akrab dengan siapa saja, ada juga yang pilih-pilih, dan berteman dengan orang itu-itu saja. Saya termasuk orang yang pilih-pilih teman. hehe.. nggak baik yah? iya memang.. relasi saya jadi sedikit. Tapi saya memilih untuk begitu. Teman yang saya maksud di sini adalah sahabat beneran, yang enak diajak jalan ke mana saja, asik diajak diskusi apa saja, yang tidak sungkan untuk curhat atau dicurhatin, dan yang sudah hilang rasa tersinggungnya meskipun kami saling mencela.
Mungkin untuk sekedar kenal dan beramah tamah saya mudah akrab, tapi tidak untuk selanjutnya. Bahkan saya masih bisa menghitung mana saja teman-teman saya, saking sedikitnya. hehe..
Apalagi ketika saya menikah, semakin ketahuan mana yang bisa lanjut menjadi teman, mana yang sekedar basa basi saja dengan saya. Ketika saya memilih menikah muda, saya seperti mengambil sebuah persimpangan yang berbeda, jalan kecil yang sepi, yang amat jarang orang lewat di situ. Pengaruhnya dalam hal pergaulan? ya pasti dalam obrolan. Teman yang benar-benar teman akan tetap nyambung kalau ngobrol, walopun sekedar dia bertanya dan saya menjelaskan panjang lebar. tapi beberapa yang lain malah jadi jauh, mungkin karena sudah tidak sevisi, dia masih asik ke sana ke mari jalan dan nongkrong-nongkrong dan hanya sekedar itu yang dibicarakan, hal-hal yang bisa ditertawakan beberapa detik lalu lupa, sedangkan saya lebih memilih ngobrol apa-apa yang real.
Sangat asik menjadi manusia dua dunia *eaaa* dimana secara fisik saya masih 20an dan saya masih ok sekali untuk bergaul dengan yang seumuran, tetapi secara status orang-orang sudah menganggap saya sudah 'dewasa' jadi mudah juga untuk ngeblend dengan ibu-ibu muda atu bahkan ibu-ibu yang seumuran dengan ibu saya. Mereka tidak segan mengajak saya ngobrol seperti seorang teman, bukan seperti senior kepada junior. Asik sekali ketika membicarakan tentang pasar, tentang harga sayur-sayuran, tentang bagaimana mengasuh anak, tentang membangun rumah, tentang pekerjaan, tentang mengatur uang dan hal-hal lain yang sangat jarang saya diskusikan dengan teman-teman seumuran saya. Perlakuan ini sangat berbeda bila saya bandingkan dengan teman-teman seangkatan saya di kantor, mereka lebih dianggap sebagai anak baru, atau bahkan bawahan. Mereka sering disuruh-suruh dengan untuk mengerjakan hal yang remeh, saya? tidak pernah. Saya seperti setara.
Begitulah, pada awalnya saya merasa aneh menjadi berbeda.
Jangan pernah takut!
Kadang orang-orang yang tadinya kamu anggap teman malah menganggapmu senior, dan mungkin kamu tidak nyaman dengan hal itu, tidak perlu begitu, nikmati saja peranmu sebagai penasihat.
Bila kamu merasa berbeda jangan pernah berusaha menjadi sama, jadilah berbeda. Bila memang obrolan tidak nyambung atau bagimu sudah tidak menarik lagi jangan segan untuk berhenti. Saya agak egois dalam hal ini, hal yang pertama dan utama adalah saya nyaman, kalau saya tidak nyaman saya akan berhenti melakukan hal tersebut.
Teman sejati tidak akan ke mana-mana, tidak perlu takut kehilangan. Takutlah bila kau dibenci, begitu kata Pidibaiq.
Orang-orang di kehidupanmu akan silih berganti, kadang kamu akan merasa kehilangan, tapi komunitas baru siap menampungmu.

2 komentar:

  1. Apakah itu yang namanya dewasa? saat kehilangan beberapa teman? mungkin hanya yang sejati yang bertahan.

    BalasHapus
  2. hahha.. aku bahkan ga ngerti dewasa itu seperti apa. Aku pikir dewasa adalah standar ideal yang orang harapkan dari kita. Time goes by, memang seperti itu. Nanti, Akan bertemu pada suatu titik dimana kita sadar bahwa kita hanyalah sendiri.

    BalasHapus

 

my little history Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template